pencarian

Tampilkan postingan dengan label TEKNOLOGI MEDIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEKNOLOGI MEDIS. Tampilkan semua postingan

Laptop Toshiba Viamo Berbasis USG Ditujukan Untuk Kegiatan Medis


Bukan laptop biasa. Itulah kiranya penggambaran yang cocok untuk laptop Toshiba Viamo yang baru-baru ini diperkenalkan khusus untuk kepentingan medis. Laptop ini sendiri sudah dibundel dengan Ultrsound System yang mana juga memiliki kemampuan radiologi dengan teknologi canggih yang ditawarkan di dalamnya.

Viamo mengkombinasikan semua keuntungan dari sistem USG portabel dengan ketepatan diagnostik, kenyamanan dan kemudahan penggunaannya. Dengan mesin pencitraan dan teknologi transduser dengan Aplio XG, Viamo high-end menawarkan kualitas gambar di berbagai situasi dengan tingkat portabilitas tak terbatas.

Viamo menawarkan performa yang luar biasa didukung oleh teknologi yang telah divalidasi secara klinis. Lengkap dengan performa tinggi fungsi pencitraan memungkinkan Anda memvisualisasikan jaringan dengan detail per menit dan struktur vaskular dengan presisi untuk yang lebih cepat, lebih akurat tingkat diagnosisnya. Fungsi pencitraan ini didukung oleh teknologi Pluse Substraction THI yang sudah ditanamkan pada Viamo.

Dengan teknologi layar sentuh, Viamo memungkinkan pengguna bekerja secara nyaman. Monitor Viamo sendiri dapat diputar untuk mengaktifkan posisi layar bebas. Ketika alat ini dibalik dan dilipat sehingga berbentuk datar, Viamo dapat dioperasikan dalam modus tablet semata-mata dengan fitur layar sentuhnya. Masing-masing fungsi pada tombol Viamo dan layar sentuhnya telah diprogram khusus agar sesuai dengan persyaratan diagnostik ataupun preferensi pribadi.

Fitur One-touch QuickScan dapat membantu Anda menghasilkan pencitraan yang lebih baik dalam waktu yang lebih singkat dengan secara otomatis mengoptimalkan parameter pencitraan. Dan fungsi SonoSet™ memungkinkan Anda untuk melakukan pemeriksaan lebih mudah. Bentuknya yang ramping membuat Viamo menjadi sangat ideal untuk digunakan sebagai aplikasi klinis yang sifatnya portabel.

Sayangnya tak disebutkan secara rinci spesifikasi susunan hardware pada alat ini dan mengenai harga perangkat medis ini.

SUMBER

Stetoskop Littmann Electronic Berteknologi Bluetooth Mudahkan Tenaga Medis Rekam Detak Jantung

Kemajuan teknologi rasanya belumlah cukup bila dunia medis kita masih saja menggunakan teknologi yang lama. Justru teknologi gunanya adalah untuk dapat membantu mendeteksi penyakit dan mengobatinya. Sudah menjadi kebutuhan untuk mendapatkan pelayanan dengan teknologi yang cukup canggih, selain untuk mempermudah, teknologi juga dapat digunakan untuk dapat membuat tingkat akurasi mendiagnosa pasien dengan benar. Salah mendiagnosa tentu akan berdampak buruk, akibatnya bukannya malah sembuh namun pasien akan bertambah sakit.

Salah satu alat penting dalam dunia medis adalah stetoskop, yang selama ini sering sekali kita lihat digunakan oleh dokter ketika ingin memeriksa detak jantung kita apakah normal atau tidak. Alat bantu dengar tersebut sepertinya sudah amat kuno bila dibandingkan dengan teknologi yang ditawarkan oleh stetoskop 3M Littmann Electronic Stethoscope yang dapat digunakan dengan menggunakan teknologi dan berkomunikasi melalui bluetooth. Kalau dilihat dari modelnya memang terlihat sama dengan stetoskop biasa. Dengan adanya bluetooth ini tentu akan memberikan kemudahan bagi dokter untuk dapat menganalisa tanpa dibatasi jarak terlalu pendek dengan pasiennya.

Tidak hanya itu saja, stetoskop canggih ini memiliki kemampuan untuk menolak suara berisik dari luar, selain itu Anda juga dapat merekam dan mendokumentasikan irama detak jantung pasien. Wah, canggih sekali ya! Semoga saja nantinya produk medis canggih ini bisa segera tiba di Indonesia.
SUMBER

Robot Bantu Operasi Jantung


Jantung adalah salah satu organ penting bagi kehidupan manusia. Ketika jantung berhenti berdetak, artinya seorang manusia telah lepas dari kehidupannya. Tapi tak jarang pula di dunia kesehatan, ditemui banyak keluhan mengenai penyakit jantung yang diakibatkan oleh berbagai hal, salah satunya bisa jadi karena pola makan kita.

Tentu untuk bisa mengobati penyakit jantung adalah hal yang sangat sulit, bahkan untuk seorang ahli bedah sekalipun, mengoperasi jantung yang sedang berdetak sama artinya berjudi dengan nyawa seseorang. Hal tersebut bahkan bisa menyebabkan kematian.

Tapi tampaknya resiko tersebut mungkin suatu hari nanti akan dapat diminimalisir dengan adanya sistem bedah robotik yang kini masih terus dikembangkan oleh sejumlah peneliti di Montpellier Laboratory of Informatics, Robotics and Microelectronics di Perancis. Sistem robotik ini dipadukan dengan sistem 3D modelling yang mana dapat melacak gerakan jantung seperti detak jantung.

Bahkan nantinya sistem ini ditargetkan untuk dapat menyesuaikan hal-hal seperti gerakan dinding dada pasien ketika bernafas dan memprediksi gerakan dalam satu langkah saja. Ketika nantinya jantung dipasangkan dengan lengan robot ini, sistem akan beroperasi secara efektif membiarkan dokter bedah melakukan pekerjaannya untuk mengoperasi jantung. Tentu dengan adanya sistem operasi jantung ini nantinya akan sangat membantu di dunia kesehatan. Wah, semoga saja ya sistem robotik ini dapat segera diselesaikan oleh para peneliti, supaya nantinya para dokter dapat lebih mudah melakukan pekerjaannya dan kemungkinan sembuh bagi para pasien penyakit jantung pun akan meningkat.
sumber

Model Simulasi Supercomputer Aliran Darah 3D Untuk Bantu Prediksi Penyakit Jantung


Sekelompok ilmuwan Swiss, yang berbasis di Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EPFL), mengumumkan pengembangan perangkat lunak simulasi 3D terbarunya, yang bisa dalam waktu dekat akan digunakan untuk memprediksi risiko pengembangan pasien penyakit jantung. Tim yang berbasis di Laboratorium EPFL Multiscale Modeling of Materials tersebut, menyatakan bahwa model yang ada sangat cocok untuk mendeteksi apakah seorang individu pada peningkatan risiko menderita serangan jantung di masa mendatang. Inovasi ini dapat membantu jutaan orang di seluruh dunia, yang statistik resminya menunjukkan para penderita tersebut menderita pada satu titik dalam kehidupan mereka.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan superkomputer Cadmos milik EPFL yang tersedia di lembaga penelitian tersebut pada bulan Agustus 2009 yang lalu. Sejak saat itu, tim LMMM telah bekerja keras untuk menciptakan perangkat lunak yang mampu meniru tindakan dan interaksi sistem kardiovaskular manusia yang kompleks. Walaupun mungkin tampak cukup jelas pada awalnya, aliran darah sebenarnya adalah mekanisme yang sangat kompleks, dan memerlukan analisis yang dilakukan pada skala yang sangat kecil. Begitulah tepatnya apa yang telah dilakukan sekelompok ilmuwan tersebut. Simulasi terbaru mereka tersebut ternyata memungkinkan untuk resolusi 10-micrometer, setara dengan sepuluh sepersejuta meter, ungkapnya.

“Ketika mempelajari aliran darah dalam arteri, salah satunya harus mempertimbangkan sejumlah besar interaksi fluida (cairan) berbeda yang terjadi pada skala waktu dan ukuran yang berbeda pula”, kata Simone Melchionna yang bertindak sebagai tenaga ahli dan pemimpin proyek LMMM. Dia menambahkan bahwa superkomputer EPFL memakan waktu kira-kira enam jam untuk membuat model aliran darah yang dipersonalisasi, yang hanya berlaku bagi individu yang dianalisis. Tujuan medis pribadi tersebut adalah membawa sebuah langkah kecil terdekat dengan baik. Untuk efisiensinya, perangkat lunak tersebut saat ini sedang dimodifikasi oleh sekelompok ilmuwan Swiss agar bisa dijalankan pada komputer desktop biasa. Hal ini akan memungkinkan dokter dan ahli kesehatan di seluruh dunia untuk manfaatkan keuntungannya dalam praktik mereka dan rumah sakit. Modifikasi itu sendiri akan dilakukan memakan waktu selama dua sampai tiga tahun mendatang, ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Begitulah alasannya mengapa perangkat lunak tersebut sangat bermanfaat yang pada kenyataannya mampu menghitung berbagai tindakan yang kompleks, proses dan fenomena pada saat yang bersamaan. “Kami dapat mengevaluasi seluruh elemen dan bagaimana elemen-elemen tersebut berinteraksi satu sama lain; bergerak, stagnan dan berputar serta berubah satu sama lain”, jelas pemimpin kelompok. Superkomputer Cadmos menggunakan lebih dari 16.000 mikroprosesor atau dengan kata lain kasarnya setara dengan sekitar 8.000 komputer individu. Dan hal ini merupakan elemen kunci dalam strategi investasi yang dirancang oleh EPFL bekerjasama dengan Universitas Jenewa dan University of Lausanne.
sumber

Followers